Sistem grounding memiliki berbagai tipe yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sistem kelistrikan.
Setiap jenis sistem grounding memiliki cara tersendiri dalam menghubungkan titik netral sumber daya listrik dan bagian logam peralatan ke tanah.
Mengetahui perbedaan antar jenis sistem grounding sangat penting agar desain dan instalasi dapat sesuai dengan standar keselamatan dan efisiensi yang berlaku.
Celebesteknik.com selalu menerapkan sistem grounding berdasarkan standar internasional (IEC, IEEE, NEC) untuk memastikan keamanan dan kinerja maksimal pada setiap proyek.
Jenis-Jenis Sistem Grounding Berdasarkan Standar IEC
A. Sistem TN (Terra Neutral)
Sistem TN merupakan jenis grounding di mana titik netral sumber (misalnya transformator) dihubungkan langsung ke tanah, dan bagian logam dari peralatan listrik terhubung ke netral tersebut.
Subtipe Sistem TN
- TN-S (Terra Neutral – Separate)
Netral (N) dan konduktor proteksi (PE) dipisahkan sejak dari sumber listrik.
👉 Cocok untuk bangunan komersial dan industri dengan instalasi modern. - TN-C (Terra Neutral – Combined)
Netral dan konduktor proteksi digabung menjadi satu penghantar yang disebut PEN (Protective Earth Neutral).
👉 Umumnya digunakan untuk sistem distribusi listrik sederhana. - TN-C-S (Combined–Separate)
Kombinasi dari dua sistem sebelumnya: pada sumber digabung (PEN), namun di beban dipisahkan menjadi N dan PE.
👉 Banyak digunakan pada jaringan distribusi publik dan gedung bertingkat.
Kelebihan Sistem TN
- Perlindungan yang baik terhadap gangguan arus.
- Nilai impedansi rendah sehingga pengaman bekerja cepat.
- Ideal untuk sistem kelistrikan dengan beban besar.
Kekurangan
- Butuh sistem proteksi yang tepat agar tidak ada arus bocor di jalur netral.
- Pemasangan lebih kompleks untuk sistem besar.
B. Sistem TT (Terra-Terra)
Pada sistem TT, titik netral sumber dihubungkan ke tanah, dan bagian logam dari peralatan listrik juga ditanahkan secara terpisah (tidak saling terhubung).
Karakteristik:
- Setiap peralatan memiliki elektroda grounding sendiri.
- Tidak ada koneksi langsung antara netral dan grounding sistem pengguna.
Kelebihan Sistem TT
- Aman terhadap gangguan pada jaringan distribusi umum.
- Cocok untuk area dengan gangguan tinggi seperti pertambangan atau lokasi terpencil.
- Tidak memerlukan konduktor proteksi dari sumber.
Kekurangan
- Nilai impedansi arus gangguan cenderung lebih tinggi.
- Proteksi harus menggunakan perangkat Residual Current Device (RCD) agar aman.
Aplikasi:
- Area industri dan pertambangan.
- Lokasi dengan sistem distribusi yang tidak stabil.
- Instalasi outdoor dengan risiko petir tinggi.
C. Sistem IT (Isolated Terra)
Sistem IT menggunakan sumber listrik yang netralnya tidak langsung dihubungkan ke tanah, atau hanya dihubungkan melalui impedansi tinggi.
Bagian logam peralatan tetap dihubungkan ke tanah seperti biasa.
Kelebihan Sistem IT
- Tetap dapat beroperasi meski terjadi satu gangguan isolasi ke tanah (tidak langsung trip).
- Sangat stabil untuk sistem dengan peralatan sensitif.
- Minim gangguan elektromagnetik (EMI/EMC).
Kekurangan
- Desain dan perawatan lebih kompleks.
- Butuh sistem deteksi isolasi otomatis (insulation monitoring device).
Aplikasi:
- Rumah sakit (ruang operasi dan laboratorium).
- Data center dan server room.
- Sistem kontrol industri presisi.
Tabel Perbandingan Jenis Sistem Grounding
| Jenis Sistem | Koneksi Netral ke Tanah | Jalur Grounding Peralatan | Kelebihan Utama | Aplikasi Umum |
|---|---|---|---|---|
| TN-S | Langsung | Terpisah | Impedansi rendah, proteksi cepat | Gedung komersial, industri |
| TN-C | Langsung | Gabung (PEN) | Ekonomis, sederhana | Distribusi publik |
| TN-C-S | Gabung lalu terpisah | Gabung & terpisah | Aman & fleksibel | Bangunan bertingkat |
| TT | Langsung | Terpisah (sendiri) | Aman di area gangguan tinggi | Tambang, area outdoor |
| IT | Tidak langsung (melalui impedansi) | Terpisah | Stabil & aman untuk sistem sensitif | Rumah sakit, data center |
Pemilihan Jenis Sistem Grounding yang Tepat
Pemilihan sistem grounding harus mempertimbangkan:
- Jenis beban listrik (beban berat, sensitif, atau campuran).
- Lingkungan instalasi (tanah, kelembapan, risiko petir).
- Standar keselamatan dan regulasi nasional (SNI).
- Ketersediaan sistem distribusi daya dari PLN atau genset.
Celebesteknik.com melakukan analisis teknis mendalam untuk menentukan sistem grounding paling tepat pada setiap proyek agar efisiensi dan keselamatan tetap optimal.
⚙️ Bingung memilih jenis sistem grounding yang paling cocok untuk proyek Anda?
Konsultasikan dengan Celebesteknik.com – spesialis sistem grounding untuk industri, komersial, dan fasilitas khusus.
Panduan Lengkap Sistem Grounding Profesional Memberikan pemahaman menyeluruh tentang sistem grounding dari dasar hingga implementasi. Baca juga :
- Apa Itu Sistem Grounding dan Mengapa Penting untuk Keselamatan Listrik?
- Komponen Utama dalam Sistem Grounding (Electrode, Conductor, Busbar, Chemical Grounding, dll)
- Jenis-Jenis Sistem Grounding: TN, TT, IT, dan Aplikasinya
- Standar Nasional & Internasional Sistem Grounding (SNI, IEEE, NEC)
- Prinsip Dasar Desain Sistem Grounding yang Efektif
- Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tanah
- Kesalahan Umum dalam Instalasi Grounding dan Cara Menghindarinya