Sistem grounding yang aman dan andal tidak hanya bergantung pada kualitas material atau teknik pemasangan, tetapi juga pada kepatuhan terhadap standar nasional dan internasional.
Standar ini dibuat untuk memastikan bahwa setiap sistem pembumian mampu melindungi manusia, peralatan, serta sistem kelistrikan dari bahaya gangguan listrik dan sambaran petir.
Celebesteknik.com senantiasa berkomitmen menjalankan setiap proyek sesuai pedoman SNI, IEEE, dan NEC, demi menjamin keamanan, efisiensi, dan keandalan jangka panjang.
Standar Nasional Indonesia (SNI)
Di Indonesia, sistem grounding diatur oleh beberapa standar nasional yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).
A. SNI 03-7015:2004 – Sistem Pembumian Instalasi Listrik
Standar ini mengatur tata cara desain, instalasi, dan pengujian sistem pembumian untuk berbagai jenis bangunan dan fasilitas listrik.
🔹 Poin Penting dalam SNI 03-7015:2004:
- Nilai tahanan tanah maksimum untuk sistem pembumian tidak boleh melebihi batas tertentu (umumnya ≤ 5 Ohm).
- Elektroda pembumian harus menggunakan material tahan korosi (tembaga atau baja galvanis).
- Setiap sambungan konduktor grounding harus kuat, tahan lama, dan konduktifitasnya baik.
- Diperlukan pengujian tahanan tanah berkala untuk memastikan kinerja tetap optimal.
B. SNI IEC 60364-5-54 – Sistem Instalasi Listrik pada Bangunan
Standar ini menekankan pentingnya konduktor proteksi dan pembumian dalam instalasi listrik bangunan.
Termasuk di dalamnya persyaratan ukuran kabel, jenis konduktor, dan sistem proteksi terhadap petir.
C. SNI 03-7016:2005 – Proteksi Petir pada Bangunan
Standar ini melengkapi sistem grounding dengan aturan tentang integrasi penangkal petir dan sistem pembumian agar sambaran petir dapat dialirkan ke tanah dengan aman.
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Standards
Standar IEEE menjadi acuan internasional utama dalam desain dan pengujian sistem grounding di fasilitas industri dan komersial.
A. IEEE Std 142-2007 (Green Book) – Recommended Practice for Grounding
Dikenal sebagai “Green Book”, standar ini merupakan pedoman paling komprehensif dalam dunia teknik listrik untuk sistem pembumian.
🔹 Poin Penting IEEE 142:
- Menjelaskan berbagai metode pembumian (direct, resistive, dan impedance grounding).
- Menguraikan cara perhitungan tahanan tanah dan arus gangguan.
- Mengatur pemilihan bahan, ukuran elektroda, dan sistem proteksi petir.
- Memberikan panduan khusus untuk grounding di fasilitas sensitif seperti data center dan pembangkit listrik.
B. IEEE Std 80 – Grounding in AC Substations
Standar ini secara khusus membahas desain sistem grounding untuk gardu listrik dan pembangkit tenaga.
Termasuk perhitungan step voltage dan touch voltage untuk mencegah risiko sengatan listrik pada personel lapangan.
C. IEEE Std 1100 (Emerald Book) – Power Quality and Grounding
Berfokus pada grounding sistem elektronik dan IT, termasuk proteksi terhadap gangguan elektromagnetik (EMI/EMC).
Sangat relevan untuk telekomunikasi, server room, dan data center.
NEC (National Electrical Code)
NEC (NFPA 70) adalah standar kelistrikan Amerika Serikat yang juga banyak dijadikan referensi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Poin Utama NEC Terkait Grounding:
- Setiap sistem listrik harus memiliki titik grounding utama yang terhubung ke tanah.
- Jalur konduktor grounding harus berukuran cukup untuk menahan arus gangguan maksimum.
- Grounding harus dihubungkan ke sistem proteksi petir dan sistem logam lain untuk menyamakan potensial (equipotential bonding).
- Dilarang adanya sambungan yang tidak konduktif atau mudah korosi pada jalur grounding.
Perbandingan Singkat Antara SNI, IEEE, dan NEC
| Aspek | SNI (Indonesia) | IEEE (Internasional) | NEC (Amerika) |
|---|---|---|---|
| Tujuan Utama | Keamanan sistem listrik dan manusia | Praktik terbaik sistem grounding industri | Regulasi keselamatan instalasi listrik |
| Nilai Tahanan Tanah Ideal | ≤ 5 Ohm | ≤ 1–5 Ohm tergantung sistem | ≤ 25 Ohm untuk sistem rumah tangga |
| Metode Uji Tanah | Uji 3 titik (fall of potential) | Uji resistivitas tanah (Wenner Method) | Uji arus bocor dan bonding |
| Area Penerapan | Bangunan & industri di Indonesia | Fasilitas industri global | Sistem listrik komersial & domestik |
| Integrasi Proteksi Petir | Diatur dalam SNI 03-7016 | Terintegrasi dengan grounding sistem | Diatur di NFPA 780 |
Mengapa Kepatuhan terhadap Standar Penting
Menerapkan sistem grounding sesuai standar bukan hanya kewajiban teknis, tetapi juga investasi keamanan jangka panjang.
Berikut alasannya:
- âś… Menjamin keselamatan manusia dari risiko sengatan listrik.
- ⚙️ Melindungi peralatan listrik dan elektronik dari lonjakan tegangan.
- đź“‹ Memenuhi persyaratan audit dan sertifikasi proyek.
- 🏗️ Menjadi dasar penerimaan sistem oleh konsultan dan lembaga pengawas (engineering inspection).
Celebesteknik.com memastikan setiap pekerjaan dilakukan sesuai standar yang relevan, termasuk pengujian lapangan dan dokumentasi hasil uji untuk keperluan sertifikasi.
⚙️ Pastikan sistem grounding Anda sesuai standar keselamatan internasional.
Hubungi Celebesteknik.com untuk konsultasi, audit, atau instalasi sistem grounding sesuai standar SNI, IEEE, dan NEC.
Panduan Lengkap Sistem Grounding Profesional Memberikan pemahaman menyeluruh tentang sistem grounding dari dasar hingga implementasi. Baca juga :
- Apa Itu Sistem Grounding dan Mengapa Penting untuk Keselamatan Listrik?
- Komponen Utama dalam Sistem Grounding (Electrode, Conductor, Busbar, Chemical Grounding, dll)
- Jenis-Jenis Sistem Grounding: TN, TT, IT, dan Aplikasinya
- Standar Nasional & Internasional Sistem Grounding (SNI, IEEE, NEC)
- Prinsip Dasar Desain Sistem Grounding yang Efektif
- Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tahanan Tanah
- Kesalahan Umum dalam Instalasi Grounding dan Cara Menghindarinya