Month: April 2021

Mega Proyek Listrik 35000 MW Butuh Gardu Induk

Selain dibutuhkan jaringan transmisi juga dibutuhkan pembangunan gardu induk untuk mendukung mega proyek 35000 MW. Hal tersebut tertuang dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025.

Berdasarkan data pusat Komunikasi Publik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), disampaikan bahwa di dalam RUPTL di jelaskan tentang kebutuhan pembangunan gardu induk 35000 MW.


Hingga tahun 2025 dibutuhkan pengembangan gardu induk berkapasitas total 172.136 MVA. Berapa kapasitas gardu induk yang harus terpasang hingga 2019 adalah sebesar 113.666 MVA
Seperti diketahui, gardu induk merupakan bagian yang tak terpisahkan dari saluran transmisi distribusi listrik. Dimana suatu sistem tenaga yang dipusatkan pada suatu tempat berisi saluran transmisi dan distribusi, perlengkapan hubung bagi, transformator dan peralatan pengaman serta peralatan kontrol.


Pada sistem tenaga listrik Jawa Bali tahun 2010, jumlah gardu induk sebanyak 435 dengan 24 gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) 500 kV, 310 GI 150 kV, 101 GI 70 kV.


Menurut PLN, fungsi utama dari gardu induk adalah untuk mengatur aliran daya listrik dari saluran transmisi ke saluran transmisi lainnya yang kemudian didistribusikan ke konsumen selain sebagai tempat kontrol sebagai pengaman operasi sistem, juga sebagai tempat untuk menurunkan tegangan transmisi menjadi tegangan distribusi.


Jika dilihat dari segi manfaat dan kegunaan dari gardu induk itu sendiri, maka peralatan dan komponen dari gardu induk harus memiliki keandalan yang tinggi serta kualitas yang tidak diragukan lagi, atau dapat dikatakan harus optimal dalam kinerjanya sehingga masyarakat sebagai konsumen tidak merasa dirugikan oleh kinerjanya.


Oleh karena itu, sesuatu yang berhubungan dengan rekonstruksi pembangunan gardu induk harus memiliki syarat-syarat yang berlaku dan pembangunan gardu induk harus diperhatikan besarnya beban.


Link Source : http://infopublik.id/read/166498/mega-proyek-listrik-35000-mw-butuh-gardu-induk.html

Hindari bahaya kebakaran dan kesetrum listrik di rumah

Seringkali kita mendengar adanya kebakaran yang dipicu oleh listrik. Banyak orang kehilangan nyawa akibat kena sengatan listrik. Masalah utama dalam mempelajari kelistrikan adalah tidak terlihat dan tidak bisa diraba, bahkan kita tidak mau merabanya.

Ada tiga potensi bahaya yang diakibatkan oleh listrik :Bahaya Pertama adalah Kesetrum atau sengatan listrik akan dirasakan jika arus listrik melalui tubuh kita. Biasanya arus akan mulai dirasakan jika arus yang mengalir lebih dari 5 mA. Pada arus yang kecil, aliran arus hanya akan mengakibatkan kesemutan atau kehilangan kemampuan untuk mengendalikan tangan. Pada arus yang besar, arus listrik bisa membakar kulit dan daging kita. Yang paling bahaya adalah jika arus tersebut mengalir melalui jantung atau otak. Perlu dicatat bahwa yang membahayakan adalah aliran arus listrik, bukan tegangan listrik. Walaupun tegangannya tinggi, bisa saja tidak membahayakan asalkan arusnya sangat kecil.


Bahaya kedua adalah panas atau kebakaran. Panas muncul karena adanya aliran arus melalui suatu resistansi. Besarnya panas sebanding dengan kwadrat arus, besarnya resistansi, dan waktu. Jika kita menggunakan kabel yang terlalu kecil maka resistansinya besar sehingga kawat bisa mengalami pemanasan. Kawat yang panas bisa menyebabkan terbakarnya isolasi kabel sehingga mengakibatkan terjadinya hubungsingkat. Kontak atau sambungan tak sempurna juga bisa menyebabkan timbulnya panas yang membakar isolasi kabel. Menutup lampu, menutup kipas angin, menutup layar komputer dengan bahan yang mudah terbakar juga membahayakan.


Bahaya ketiga adalah ledakan. Saat terjadi hubungsingkat, arus listrik yang mengalir akan sangat besar. Arus yang sangat besar bisa menyebabkan kenaikan temperatur yang sangat cepat sehingga menyebabkan naiknya tekanan udara secara cepat. Untuk instalasi perumahan, bahaya ini mungkin tidak terlalu besar karena arus hubungsingkat yang mungkin terjadi tidak terlalu besar.


Untuk menghindari hal tersebut, salah satu cara dapat dilakukan dengan menggunakan RCBO pada instalasi listrik. RCBO memberikan proteksi terhadap kesetrum dan kebakaran akibat arus listrik. Hindari bahaya kebakaran dan kesetrum listrik di rumah dengan menggunakan RCBO.


Berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), pencegahan mengalirnya arus gangguan melalui badan manusia, ternak, dan sesuatu yang menyebabkan kebakaran, membutuhkan alat tambahan selain MCB, yaitu ELCB. RCBO adalah kombinasi antara MCB dan ELCB.
Fakta Seputar Listrik:

  • 73% dari jumlah kebakaran di Jakarta tahun 2016 diakibatkan oleh listrik
  • Arus listrik yang mengalir pada manusia sebesar 80mA menyebabkan gangguan pada jantung
  • Menurut UU no 30 Pasal 29 th 2009, konsumen wajib melaksanakan pengamanan terhadap bahaya akibat pemanfaatan tenaga listrik

RCBO sangat dianjurkan untuk melindungi instalasi listrik yang mudah dijangkau oleh anak-anak, tempat-tempat lembab seperti dapur, kolam renang, tempat pompa air, taman, cucian, dan lainnya.

RCBO juga dapat melindungi asset bangunan anda dari potensi bahaya kebakaran, dan untuk jangka panjangnya jaringan listrik (sakelar, stop kontak, kabel) akan menjadi lebih awet karena kerusakan dapat lebih cepat diditeksi.
Efek sengatan listrik/Arus bocor terhadap tubuh manusia:

Prinsip Kerja Solar Cell

Cara kerja Panel Surya/Solar Cell adalah dengan memanfaatkan cahaya matahari sebagai partikel energi yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Seperti diketahui bahwa, cahaya yang tampak maupun yang tidak tampak memiliki dua buah sifat, yaitu dapat disebut dengan gelombang dan dapat sebagai partikel yang disebut dengan photon.

Penemuan ini pertama kali diungkapkan oleh Einstein pada tahun 1905, dimana energi yang dipancarkan oleh sebuah cahaya, dengan kecepatan disebut dengan (c) dan panjang gelombang yang dirumuskan dengan persamaan E = hc. Dijelaskan bahwa h adalah konstanta Plancks (6.62 x 10-34 J.s), dan c adalah kecepatan cahaya dalam vakum (3.00 x 108 m/s). Persamaan di atas juga menunjukkan bahwa photon dapat dilihat sebagai sebuah partikel energi, atau sebagai panjang gelombang yang memiliki frekuensi tertentu.


Medan listrik bertindak sebagai dioda, memungkinkan elektron terdorong/mengalir dari sisi P ke sisi N, tetapi tidak sebaliknya. Digambarkan seperti bukit, elektron dapat dengan mudah menuruni bukit (ke sisi N), tetapi tidak bisa memanjat (ke sisi P).


Ketika cahaya, dalam bentuk Photon, menerpa sel surya, energinya memisah pasangan elektron dan hole. Setiap Photon dengan energi yang cukup biasanya akan membebaskan tepat satu elektron dan satu hole. Jika hal ini terjadi cukup dekat dengan medan listrik, atau jika elektron bebas dan hole bebas kebetulan berjalan ke jangkauan yang terpengaruh, lapisan akan mengirim elektron ke sisi N dan hole ke sisi P. Hal ini menyebabkan pengaruh lebih lanjut dari netralitas listrik, dan jika kita memberikan jalur arus eksternal, elektron akan mengalir melalui jalur ke sisi P untuk bersatu dengan hole dimana medan listrik dikirim. Aliran elektron menyediakan arus, dan medan listrik sel menyebabkan tegangan. Dengan arus dan tegangan, kita memiliki kekuatan yang dapat kita manfaatkan.


Itulah konsep dasar cara kerja panel tenaga matahari, yang tentu saja masih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti penyimpanan energi yang dihasilkan untuk waktu lain, jika cuaca sedang mendung, dan masih banyak masalah lain yang harus dipecahkan.

Sel surya atau sel photovoltaic, adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar diode p-n junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics. https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_surya

Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit bumi, kalkulator genggam, pompa air, dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering. https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_surya

Banyak bahan semikonduktor yang dapat dipakai untuk membuat sel surya diantaranya Silikon, Titanium Oksida, Germanium, dll https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_surya