Minggu, 04 September 2016

PLTB Sidrap 70MW Siap dibangun

Letter of Cooperation (LoC) pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga angin (PLT Bayu) Sidrap. Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Jarman beserta Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake.
Penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA)
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan akan menjadi lokasi bagi wind farm dengan pembangkit listrik dengan kapasitas terbesar di Indonesia, yakni 70 megawatt (MW). “Kita baru saja menyaksikan penandatanganan dari pembiayaan proyek energi terbarukan skala besar. Ini menjadi penanda bahwa energi terbarukan memegang peranan penting dalam sektor energi di Indonesia,” ujar Jarman dalam sambutannya.

Proyek pembangkit listrik di Sidrap ini, menurut Jarman, akan mendukung pencapaian target 25 persen energi baru terbarukan dalam bauran energi Indonesia di tahun 2025 dan membantu pengurangan emisi sebesar 29 persen di 2030. “Kami berharap di tahun 2025 kita dapat mencapai apa yang telah menjadi komitmen kita bersama dan semoga dalam dua tahun ke depan, energi hijau ini akan dapat dioperasikan,” kata Jarman.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT UPC Sidrap Bayu Energi Brian Caffyn mengatakan proyek PLTB Sidrap ini akan menjadi yang pertama skala utilitas proyek peternakan angin di Indonesia. “UPC bangga bisa membawa bentuk pembangkit listrik baru untuk Indonesia dengan harga yang terjangkau dan berharap untuk dapat mereplikasi keberhasilan ini dalam proyek-proyek sejenis lainnya dan memberikan energi terbarukan biaya rendah untuk kepentingan PLN dan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan bahwa pembangunan pembangkit tenaga angin ini merupakan wujud keseriusan PLN mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan. “Nantinya, listrik yang dihasilkan akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan listrik PLN di Sidrap dan sekitarnya,” kata Supangkat Iwan.

PLTB ini dikembangkan oleh Independent Power Producer (IPP) Internasional UPC Renewables Indonesia bekerja sama dengan PT Binatek Energi Terbarukan. Dengan ditandatanganinya letter of cooperation ini, maka pembangunan proyek ini akan dimulai pada April 2016 dan beroperasi pada 2017.

Setelah PLTB Samas 50 MW di Yogyakarta, PLTB Sidrap merupakan pembangkit listrik tenaga angin skala besar berikutnya yang dibangun di Indonesia. Pembangunannya sudah dimulai tahun 2015 dengan tahap pembebasan lahan, dan dilanjutkan pengadaan seluruh alat-alat. Proyek ini akan menyediakan hingga 150 pekerjaan konstruksi. Rencananya, PLTB ini akan menggunakan sebanyak 30 turbin kincir angin akan terbangun pada sejumlah titik di wilayah seluas 1 hektar lebih itu yang masing-masing menghasilkan 2,5 MW.

Sebelumnya, penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) atau komitmen pembelian tenaga listrik dari pembangkit jenis energi baru dan terbarukan dengan UPC Renewables Indonesia telah ditandatangani pada 18 Agustus 2015 lalu di Jakarta.

Sumber : Siaran Pers PLN