Minggu, 04 September 2016

Bosowa Energi Bangun PLTU Jeneponto Tahap II

PT Bosowa Energi kembali memulai konstruksi atau peletakanna batu pertama (groundbreaking) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x125 MW di Jeneponto, Sulawesi Selatan.


Proyek Bosowa ini merupakan infrastruktur energi pertama yang terealisasi di era Kabinet Presiden Jokowi. Peletakan batu pertama dan pemancangan tiang proyek tersebut dilakukan secara simbolis, hari ini di lokasi PLTU Jeneponto.

Acara tersebut dilakukan oleh Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri ESDM Sudirman Said, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, CEO Bosowa Erwin Aksa, dan Founder Bosowa HM Aksa Mahmud, serta Dewi Kam, pemilik PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) sebagai mitra bisnis Bosowa.

Di lokasi PLTU Jeneponto, Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, telah berdiri pembangkit yang berkontribusi menyediakan kebutuhan listrik Sulawesi Selatan dengan kapasitas 2x125 MW. Proyek pertama Bosowa di sektor kelistrikan ini dibangun dan mulai dioperasikan penuh oleh Bosowa Energi dua tahun lalu setelah diresmikan Menteri ESDM Jero Wacik pada 19 Desember 2012.

Pembangunan proyek PLTU Jeneponto tahap I tersebut mencatat prestasi tersendiri karena pembangunan konstruksi dapat diselesaikan hanya dalam waktu 18 bulan dari rencana 30 bulan. Maka, terjadi efisiensi cukup signifikan. Diharapkan prestasi itu bisa dipertahankan dalam pembangunan proyek ekspansi ini.

Kebutuhan listrik Sulsel dan Sulawesi Barat terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas rata-rata nasional, membuat Bosowa Energi memacu pembangunan pembangkit tersebut. Bosowa menyadari karena merupakan pengalaman dalam membangun pabrik semen, industri dan perekonomian hanya akan tumbuh tinggi kalau tersedia listrik yang cukup.

"Karena itu, kami memacu proyek ini agar pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebagai bagian perekonomian nasional tidak terhambat," ujar Erwin Aksa.

Erwin menambahkan, proyek ekspansi PLTU Jeneponto yang dibangun ini dirancang berkapasitas 2x135 MW (gross capacity) atau 2x125 (net capacity). Spesifikasi peralatan yang digunakan semua menunjang untuk memenuhi kapasitas tersebut. Nilai proyek (turn key) sebesar Rp3 triliun.

Bosowa membangun PLTU ini melalui anak usahanya, PT Bosowa Energi perusahaan patungan dengan PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) yang telah berpengalaman dalam pengembangan PLTU.

Pemasangan struktur pertama PLTU Jeneponto ekspansi 2×135 megawatt (MW) akan rampung dan mulai beroperasi di awal Tahun 2018. "Target penyelesaian kita harapkan akhir 2017 sudah bisa beroperasi untuk unit satu," kata President Director PT Bosowa Energi Erwin Aksa usai pemancangan struktur pertama, di PLTU Jeneponto, Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Pemasangan strukutur pertama tersebut merupakan pembangunan struktur besi baja yang merupakan pondasi besi-besi yang akan datang dalam waktu dekat. "Ini merupakan pencapaian yang sangat penting karena setelah ini, besi-besi dari pabrik ini akan segera berdatangan," ujar Erwin.

Proyek pemasangan struktur juga dihadiri President Direksi Dewi Kam, Rizal Yasin, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, dan President Director ZTPC Mr Yu Chengli.