Jumat, 01 Juli 2016

Kesempatan Bagi Pengusaha Nasional Lebih Besar Pada Proyek 35.000 MW

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta kepada Menteri ESDM sebagai regulator, PLN dan Kementerian BUMN untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin, sebesar mungkin peluang kepada pengusaha lokal atau pengusaha nasional dalam proyek percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW. Demikian diungkapkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai Rapat Kabinet Terbatas di Istana Negara Jakarta.

Kesempatan Bagi Pengusaha Nasional Lebih Besar
Pada Proyek 35.000 MW
Presiden juga mengingatkan agar proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW banyak dilaksanakan perusahaan-perusahaan luar. “Jangan kemudian yang berperan adalah pemain-pemain besar dari luar,” tambah Pramono.

Selain meminta memberikan peluang kepada pengusaha lokal pada proyek pembangkit 35.000 MW, presiden juga meminta kepada Kementerian ESDM selaku regulator, dan juga kepada Menteri BUMN serta PLN untuk menggalakkan, mengembangkan pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) atau juga power hidro karena PLTMH ini dianggap dapat memberikan kesempatan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat terutama daerah-daerah yang memungkinkan power hidro atau mikro hidronya dikembangkan.

Proyek Kelistrikan 35.000 MW merupakan proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang dilaksanakan guna mewujudkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan rasio elektrifikasi. Proyek 35.000 MW tidak hanya bergerak pada proyek pembangunan pembangkit, namun juga pada transmisi dan gardu induk.

Baca selanjutnya »

Jumat, 18 Desember 2015

Waspadai Korsleting Listrik Saat Musim Hujan

Banyaknya kasus kebakaran yang terjadi akibat korsleting listrik, baik didalam maupun diluar bangunan. Saat musim hujan berlangsung resiko terjadinya hubungan arus pendek listrik (korsleting) dapat memicu kebakaran dan korban jiwa. Hal yang dapat memicu terjadinya korsleting listrik salah satu diantaranya adalah penyambungan atau pemanfaat listrik secara ilegal tanpa prosedur yang aman. 
Waspadai korsleting listrik pada peralatan dan instalasi listrik saat musim hujan
Selain itu, waspadai korsleting listrik dengan melakukan pengecekan terhadap peralatan dan instalasi listrik secara visual, periksa jika ada kebocoran atap rumah atau tempat kerja yang menyebabkan air masuk kedalam dan berpotensi mengenai instalasi listrik maupun peralatan listrik.
Baca selanjutnya »

Minggu, 13 Desember 2015

PLN Telah Siapkan Kapal Pembangkit Listrik Indonesia

Kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) Indonesia “Karadeniz Powership Zeynep Sultan” yang berkapasitas 120 Mega Watt (MW) pada tanggal 8 desember 2015 diberangkatkan lansung oleh presiden republik indonesia dan diampingi oleh direktur utama PT. PLN dari pelabuhan tanjung priok, jakarta utara.
Kapal Pembangkit Listrik Indonesia
Pelepasan Kapal Pembangkit Listrik - Marine Vessel Power Plant Indonesia - Tahun 2015
Kapal yang berisi pembangkit listrik yang baru datang dari Turki ini akan menuju Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Program ini merupakan salah satu upaya PLN untuk memperkuat pasokan listrik di beberapa lokasi di Indonesia, salah satunya di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo yang terhubung dalam sistem interkoneksi kelistrikan 150 kilo Volt (kV) Sulawesi Utara – Gorontalo (Sulutgo).

MVPP buatan tahun 2014 ini disewa PLN selama jangka waktu 5 tahun. Titik koneksi awal Marine Vessel ini di Amurang , selanjutnya PLN juga akan mendatangkan power plant serupa untuk beberapa lokasi antara lain Sumatera Bagian Utara (240 MW), Kupang (60 MW), Ambon (60 MW), dan Lombok (60 MW).

Beberapa keunggulan MVPP diantaranya yakni menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik, kemudahan relokasi (hanya perlu waktu 3 – 4 minggu) sehingga dapat fleksibel memenuhi kebutuhan listrik di suatu daerah, penghematan hingga Rp 350 miliar per tahun dan lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan tambahan pasokan listrik di suatu daerah yang sedang kekurangan listrik.

Dalam sambutannya Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan pemilihan Pembangkit Listrik Diatas Kapal dianggap tepat mengingat Indonesia negara kepulauan dengan 17.000 pulau, maka pembangkit listrik di atas kapal yang bisa mobile dari satu pulau ke pulau lain‎ paling cocok dengan Indonesia.

Untuk Marine vessel power plant pertama ini dioperasikan dengan dua bahan bakar atau dual fuel engine yaitu fuel jenis heavy fuel oil dan gas. Sementara pembangunan tower transmisi 150 kV yang menghubungkan MVPP ke switchyard untuk selanjutnya disuplai ke Gardu Induk Lopana. Perjalanan MVPP ke Amurang diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hari, dan diharapkan tanggal 23 Desember sudah bisa menambah pasokan listrik Sulawesi Utara.

Sejak diberangkatkan pada awal November 2015, MVPP telah menempuh perjalanan hampir 30 hari melalui jalur Terusan Zues, Laut Merah, hingga ke Samudra Hindia dan Srilangka, baru masuk ke perairan Indonesia. Kapal tiba di Indonesia, tepatnya di Tanjung Priok pada 1 Desember untuk proses Customs Clearence (Pemeriksaan Administrasi di Bea Cukai).

Pembangkit listrik di atas kapal ini akan segera memenuhi kekurangan pasokan listrik di Sulawesi Utara dan Gorrontalo. Beban puncak sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo saat ini mencapai 325 MW, sedangkan daya mampu pembangkit yang ada jika semuanya beroperasi optimal adalah 320 MW. Daya mampu pasok dari pembangkit yang beroperasi saat ini hanya 275 MW, ini dikarenakan PLTP Lahendong unit 4 sedang pemeliharaan agar pada saat pelaksanaan Pilkada, 9 Desember bisa beroperasi dengan handal. Selain itu, PLTU Amurang unit 1 mengalami gangguan serta belum optimalnya operasi PLTA, dimana hanya mampu memproduksi listrik 23 MW dari 45 MW. Hal ini yang menyebabkan berkurangnya daya mampu suplai pembangkit atau defisit sebesar 50 MW.

“Kami harapkan dengan adanya Marine Vessel Power Plant ini akan mampu memasok sistem kelistrikan Sulawesi utara dan gorontalo melalui tegangan 150 kV, sehingga diharapkan kondisi defisit pasokan listrik di sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo akan dapat teratasi dan daftar tunggu pelanggan listrik dapat segera dilayani” ungkap Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir.

Saat ini PLN juga tengah menyelesaikan pembangunan PLTG Gorontalo total kapasitas 100 MW, dimana satu unit ditargetkan beroperasi pada akhir Desember 2015 atau di awal Januari 2016. PLTG Gorontalo akan menjadi pembangkit pertama dari program pembangunan pembangkit 35.000 MW yang beroperasi.

Link Reference :
http://www.pln.co.id/blog/presiden-jokowi-kapal-pembangkit-listrik-tepat-untuk-negara-kepulauan/
http://www.pln.co.id/blog/perkuat-pasokan-listrik-di-berbagai-daerah-pln-siapkan-kapal-marine-vessel-power-plant/
Baca selanjutnya »

Starting Motor Listrik Menggunakan Sistem DOL (Direct On-Line)

Salah satu sistem yang biasa digunakan untuk menjalankan motor listrik baik pada aplikasi perumahan, bangunan komersil dan industri adalah Sistem DOL (Direct On-line). Sistem DOL untuk starting motor listrik  ini cukup mudah dalam instalasinya, karena menggunakan komponen utama kontaktor dan overload relay/thermal over relay.
sistem dol starting motor
Pada umumnya penggunaan starting motor listrik dengan sistem DOL (Direct On-line) digunakan untuk menjalakan motor listrik yang berdaya kecil sebagaii contoh misalnya pada pompa air dan blower fan. sedangkan motor listrik yang berdaya menengah dan besar biasa digunakan stating motor listrik sistem Way-Delta, Autotransformer, Soft-starter, dan Variable Frequency Drive (VFD).

Berikut contoh wirng kontrol sistem DOL (Direct On-line) :

Direct On-line Starting Motor System
Rangkaian/Wiring Kontrol Starting Motor Sistem DOL (Direct On-line) 1

Direct On-Line Starting Motor System
Rangkaian/Wiring Kontrol Starting Motor Listrik Sistem DOL (Direct Online) 2
Dalam membuat rangkaian starting motor listrik sistem DOL (Direct On-line) patut diperhitungkan jenis dan kapsitas komponen yang digunakan, dan sesuai dengan spesifikasi motor listrik yang digunakan. +Celebes Teknik Nusantara Kontraktor Listrik, Panel Maker dan Supplier.

Link Reference:

Keyword: motor listrik, starting motor listrik, panel motor listrik, rangkaian motor listrik, kontrol motor listrik, sistem starting motor listrik, komponen panel motor listrik, wiring kontrol, sistem DOL, direct on-line, metode starting motor listrik, sistem starting motor listrik.
Baca selanjutnya »

Jumat, 23 Oktober 2015

PLTS Cirata 1MW Diresmikan

PLTS Cirata
Peresmian PLTS  1MW Cirata
Purwakarta (15 Oktober 2015) Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Nasri Sebayang didampingi Plt Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Muljo Adji, dan General Manager Unit Pembangkitan (UP) Cirata Wisrawan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata dengan Kapasitas sebesar 1 MW di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (15/10). PLTS ini dibangun oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), salah satu anak perusahaan PLN.

PLTS CirataNasri Sebayang mengatakan PLTS merupakan pembangkit listrik energi terbarukan yang tidak akan pernah ada habisnya karena Indonesia memiliki ketersediaan panas matahari yang melimpah sepanjang tahun. “PLTS inilah yang nantinya dapat mendukung sebagai alternatif pembangkit-pembangkit tenaga listrik lainnya, yang umurnya tidak lama lagi pasti akan habis,” terangnya.

PLTS Cirata dibangun di kawasan PLTA Cirata untuk melengkapi fasilitas Cirata Green Energy campus (C-GEn Campus) yang nantinya akan menjadi pusat studi, penelitian dan pengembangan PLTS untuk daerah yang akan dibangun PLTS. Luas area lahan C-Gen Campus mencapai 3,5 hektar.

PLTS Cirata memiliki beberapa karakteristik unik yang berbeda dengan PLTS lain. Pembangkit dengan produksi KWh per hari 4 – 5 MWh ini memiliki kapasitas terbesar di Jawa. Teknologi pembangkit memakai Thin Film CIS dengan efisiensi tertinggi yang masih langka di Indonesia. Dua jenis inverter dan dua jalur output dipasang pada PLTS itu. Sentral inverter dan string inverter dipasang berdampingan dan dbandingkan karakteristik teknik serta operasionalnya sebagai bahan rekomendasi inverter mana yang paling sesuai di Indonesia.

Sementara itu energi listrik yang dihasilkan bisa dialirkan melalui dua jalur output. Satu jalur output mengarah ke jaringan PLTA Cirata untuk kemudian diteruskan ke jaringan 500 kV. Jalur lainnya ke jaringan tegangan menengah PLN yang bersifat lokal. Kedua output itu untuk mengamati karakteristik PLTS pada jaringan yang berbeda.

PLTS Cirata yang dibangun diatas lahan 1,5 Ha dengan biaya investasi sebesar 28 milyar dan dibangun selama 10 bulan.

Source Link: http://www.pln.co.id/?p=13358
Baca selanjutnya »

Entri Populer